Cerita Pendek
“Maafkan Aku Bu”
Cerita ini dimulai dari seorang anak yang berumur 22 tahun. Hidup anak tersebut dapat dikatakan ‘berantakan’ dalam arti dia hampir setiap hari mengisi hari-harinya dengan online di depan komputer bahkan cenderung berada di kamar saat di rumah. Anak ini bernama Prima. Prima kuliah di salah satu kampus terkemuka di Jakarta, dia tinggal bersama keluarganya dan merupakan anak tertua di keluarganya. Masa lalu keluarganya yang sampai saat ini tidak bisa dia lupakan adalah perginya ayah kandungnya dengan perempuan lain saat dia berumur kurang lebih 2 tahun, meninggalkan ibunya dan dia sendiri. Walaupun begitu ibunya tidak menyerah dan terus membesarkan dia sampai usia Prima 17 tahun dan saat itu ibunya kemudian menikah kembali dan mempunyai 2 orang anak lagi yang menjadi adik Prima dan membuat Prima menjadi anak tertua di keluarga.
Sudah tahun ke-5 sejak Prima kuliah namun belum lulus karena aktivitas Prima yang sering bolos saat kuliah dan membuat Prima gagal terus menerus untuk lulus dari mata kuliah tersebut. Ibunya dengan sabar mengingatkan agar Prima lebih bisa mengatur waktu dan memprioritaskan kuliah karena mengingat biaya kuliah tidaklah murah dan mengingat dia merupakan anak tertua di keluarga yang nantinya harus menanggung biaya hidup adik-adiknya nanti bila Ibunya tidak sanggup berkerja lagi. Tentu saja Prima sadar akan hal ini, oleh karena itu dia sangat sayang pada Ibunya karena Ibunya sangat hebat sekali dapat membesarkan dia sendiri tanpa bantuan ayahnya.
Tidak seperti anak muda lainnya, Prima memiliki pergaulan yang sangat Introvert, jarang keluar rumah, pergaulan hanya terbatas dalam lingkungan akademika, dan tentunya menonjol pada pergaulan warnet karena mengingat kebiasaan Prima yang senang sekali bermain online game.
Tidak terasa sudah mau tahun baru 2011, Prima dan keluarga serta kerabat dekat pergi bertamasya ke salah satu taman hiburan di Jakarta. Ibu Prima yang kebetulan sakit pada hari itu tidak bisa ikut, sehingga hanya ayah tiri, kedua adiknya dan beberapa kerabat dekat yang ikut ke taman hiburan. Tadinya ayahnya sudah berniat membatalkan rencana ke taman hiburan tersebut berhubung ibu Prima tidak bisa ikut, namun kedua adik Prima yang masih kecil sudah menanti hari tersebut dan terus mendesak sehingga Ibunya pun menyarankan agar Ayahnya pergi bersama Prima dan adik-adiknya ke taman hiburan tersebut.
Begitu sampai di taman hiburan adik-adik Prima senang sekali. Adik-adiknya pun segera menuju beberapa fasilitas hiburan di taman hiburan tersebut. Prima dan ayahnya berpisah rute karena adik-adiknya yang kerap bertengkar karena memiliki perbedaan pendapat antara mana fasilitas hiburan yang harus dikunjungi lebih dahulu. Akhirnya ayahnya menyarankan untuk berpisah rute sementara dan bertemu lagi dalam 1 jam di tempat tertentu. Ayahnya membawa adik yang paling kecil dan Prima membawa adik ke-2.
Prima dan adiknya sampai di fasilitas hiburan rumah miring, rumah yang didesain serba miring bahkan lantai yang ada juga tidak rata. Adiknya sangat heran dan terus bertanya pada Prima mengapa rumah ini lantainya tidak rata, tentu saja Prima menjawabnya dengan alasan rumah ini adalah salah satu fasilitas hiburan. Namun saat berada pada lantai 2 rumah tersebut, dia mendengar suara ribut-ribut dari lantai bawah dan luar.
“Kebakaran.... Kebakaran......”
Prima begitu mendengar suara itu pun segera membawa adiknya untuk turun dan keluar dari rumah, Namun ternyata api sudah melahap tangga yang terbuat dari kayu yang menghubungkan antara lantai 2 dan lantai 1. Saat itu juga adiknya yang mencium bau asap menangis karena sulit bernafas. Salah satu pikiran prima sekarang adalah untuk menyelamatkan adiknya dahulu. Dia lalu pergi ke jendela terdekat, memecahkan kaca dengan sikutnya dan melihat keadaan di luar. Di dalam rumah miring ternyata semua orang yang ada sudah keluar. Dia melihat ayahnya dan adiknya yang terkecil di luar rumah dan meneriakkan nama Prima karena ayahnya tau Prima dan adiknya yang ke-2 akan mengunjungi rumah miring. Prima segera saja berteriak meminta tolong kepada petugas keamanan dan ayahnya yang berada di tempat
“Tolong... Tolong..” Teriak Prima.
“Masih ada orang di atas...” teriak ayahnya kepada petugas keamanan terdekat agar dapat menyelamatkan Prima dan adiknya.
Namun Prima yang melihat api semakin besar dan sudah menjalar ke lantai-2 akhirnya berkata pada ayahnya dan petugas setempat
“Yah... Tangkap Adik yah... Prima akan loncat.. Apinya sudah terlampau besar... Adik hampir kehilangan kesadaran” teriak Prima pada ayahnya.
Lalu Ayahnya dan beberapa petugas lain pun mendekati rumah dan berada persis di bawah jendela untuk menangkap adiknya. Prima yang melihat posisi ayahnya sudah cocok segera saja menurunkan adiknya pas di bawah jendela. Saat tubuh adiknya dijatuhkan, adiknya berhasil ditangkap oleh ayahnya dan segera di bawa salah satu petugas untuk segera mendapatkan pertolongan.
“Prima, sekarang kamu... Loncat” Teriak ayahnya
Prima langsung melangkahkan kakinya keluar jendela dan
“Bruak” suara atap roboh dari atas ke lantai... dan pandangan Prima pun menjadi gelap..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
Rhe Topic
- Biology Material (5)
- Boys and Girls (7)
- Health (8)
- Heart (6)
- Learning (1)
- Life Story (3)
- Lirik Lagu (2)
- News (5)
- Religion (2)
- Super Junior (1)
- Tahukah Kamu (4)
- Technology (2)
Rhe Archive
-
▼
2011
(46)
-
▼
March
(24)
- 10 Cuaca Paling Aneh Di Dunia
- Peraturan Aneh dan Langka di Dunia
- 10 gaya hidup orang berhasil
- Belajar Mengatakan Tidak
- Inilah Orang Terkaya No 3 di Indonesia yang Hanya ...
- 10 kelakuan wanita pada saat menyukai seorang laki...
- Tips dan trik bagaimana cara membuat wanita tergil...
- Cara Mendeteksi Bau Mulut
- Kenapa anak remaja sulit bangun pagi?
- Seluruh Penghuni Pulau Ini Berpostur Gemuk
- 8 Tipe Kepribadian Ini Pengaruhi Kesehatan
- Anak Autis Mengenbangkan Teori Relativitas dan IQ ...
- 23 Tanda Orang yang lebih mencintaimu..
- Speak Now Lyric by Taylor Swift
- 8 Kebohongan Ibu Dalam Kehidupan Kita
- Sadari LEbih Awal Gejala Kanker Payudara...
- Sungguh LUCU dan MEMALUKAN, Muslim yg seperti ini!...
- Mimpi Terindah Sebelum Mati
- Lagu Terakhir Untuk Ita
- Maafkan Aku Ibu
- Cewek Migren Cenderung Gemuk
- Bocah Ini Seperti Berusia 80 Tahun
- Gadis Ini Berwajah Kera
- Lirik Lagu - Lady Antebellum - Need You Know
-
▼
March
(24)


2 Comment:
Aaarrrggggghhhhhh,,
Gw nangis bacanya,,,
Jadi inget sm mam aku
Thankz for coming,,
aq jg nangis wkt bacanya,,,
Critanya mmg menyedihkan,,
Post a Comment