Seringkali ak dimarahi, dibentak, bahkan tak jarang rotan mampir di kakiku. Karena ak tak meraih peringkat 3 besar dikelas.
Seringkali ak dilarang bermain, diminta unt tidur siang, tidak dibelikan mainan. Karena ak tak disiplin.
Seringkali ak diperlakukan lbh tegas dr adik2ku,dihukum lbh keras dr adik2ku,dinasehati lbh lama dr adik2ku. Karena ak tidak berperilaku sesuai apa yang seharusnya.
Saat itu ak hanya menangis,menyesali keberadaanku.
Tapi setelah 15 tahun berlalu,di usiaku yg kini beranjak 20...
Ak sadar...
Rotan yg mendarat di kaki kecilku mengajarkan bahwa prestasi adl suatu harga yg hrs dibayar unt beban study yg cukup berat.
Larangan bermain pd wkt2 trt mengajarkan ak bahwa disiplin waktu akan hasilkan pribadi yg teguh pd komitmen.
"Kekerasan" yg ak dpt lebih dr adik2ku itu mengajarkan ak bahwa ak dididik unt menjadi seorang pemimpin. Bukan hanya memimpin adik2ku tp memimpin diriku sendiri untuk bisa jadi panutan dimanapun ak berada.
Kini satu tahun,mgkn hanya 2x kesempatanku berbagi waktu penuh kualitas dgnnya.
Papa tidak lembut.
Tapi setiap kata yg ia lontarkan slalu berikan kenyamanan.
Papa tidak hangat.
Tapi senyumnya slalu berikan keteduhan.
Papa tidak pernah membelaiku.
Tapi tangannya tak pernah henti mengangkatku saat ak jatuh.
Papa tidak pernah menghiburku.
Tapi saat ak bersedih tangannya slalu beranjali mengucap doa agar ak lbh kuat.
Papa tidak pernah memujiku.
Tapi saat namaku muncul di koran atau televisi, dia kabarkan berita itu pd smua keluarga besarku.
Papa tidak pernah memanjakanku.
Tapi ak tau papa ajarkan sbuah hal yg dinamakan dgn perjuangan.
Papa tidak pernah bilang bangga padaku.
Tapi saat lihat ak bernyanyi,meski rabun pun ak mampu melihat matanya yg paling berbinar.
Papa tidak pernah bilang Iya.
Tapi dari jawaban "terserah" ia ajarkan ak unt memilih dan bertanggungjwb pd pilihanku.
Papa tidak ucapkan Selamat Ulang Tahun scr mesra.
Tapi doanya padaku tak pernah berhenti dari awal hari lahirku sampai hari lahirku ke 21 dan ak yakin unt seterusnya.
Papa tidak banyak meminta.
Ia hanya ingin ak terus belajar dan berdoa.
Papa tidak banyak menuntut
Ia hanya minta ak bersedia bangun pagi sekedar menemaninya sarapan di meja makan.
Papa tidak banyak berharap.
Ia hanya ingin anak2nya bahagia.
Dan sampai detik ini...
Ak rasa ak belum memenuhi hal kecil yg bisa buat papa bahagia.
Pagi tadi,
Ak tertegun saat lihat rambut papa memutih. Saat menyetir matanya tak sejelas dulu lagi. Saat mengangkat berat tangannya tak sekekar saat ak masih bayi.
Tapi hatinya.... Perkataannya... Tetap sama seperti 21 tahun yang lalu. Tak henti - hentinya menyadarkanku untuk dapat dekat dengan ajaran-Nya.
Ak dan papa tidak selalu harmonis.. Kadang ak kesal bahkan merasa tertekan.
Namun scr tidak disadari,dirinya telah membentuk 80% pribadi ku spt skrg. Ak yg mampu berdiri di kerasnya kehidupan.
Sampai 5 jam sebelum ak menulis catatan ini, papa berkata... "Orang tua hanya ingin kamu bahagia,tidak usah berpikir dulu ttg membahagiakan orangtuamu"
Dan ak mendapat pencerahan dr seorang laki2 muda yg dulunya lemah dan sgt berharga dlm hidupku, ia berkata, "Papa slalu berdoa untuk kita seumur hidupnya,adl wajib unt kita membuatnya bahagia"
Papa bahagia hanya dgn melihat kami berdoa,papa hanya meminta kami dekat dgn apa yg telah melindungi kami selama ini,papa hanya meminta kami unt berbuat kebajikan. Hanya satu hal itu yang ia minta.
Namun mengapa sampai skr ak belum bs penuhi itu?
Sedangkan ak sudah terlalu banyak meminta pd papa dan nyaris smua terpenuhi.
Papa adl papa,yg slalu mendoakan kebahagiaan smua mahkluk hidup.
Bahkan orang2 yg menyakiti papa.
Papa tidak kuat.
Tapi bagiku papa adalah dasar pondasi dlm hidupku yg tak henti menopangku smp ak bs berdiri sendiri.
Papa tidak sempurna.
Tapi bagiku papa slalu buat anak2nya lebih smpurna dari dirinya.
Papa tidak hebat.
Tapi bagiku ..... Dia inspirasiku....
Didedikasikan unt Papaku... Yang selalu setia melantunkan doa untuk anak2nya tercinta.
Dan untuk semua anak-anak yang memiliki papa sekeras baja...Percayalah... Cinta papa tidak harus dibuktikan dari seberapa banyak airmata papa....


0 Comment:
Post a Comment